Skripsi... Oh... Skripsi....

Skripsi merupakan tugas akhir perkuliahan yang terkadang menjadi momok bagi sebagian mahasiswa. karena skripsi inilah yang membuat seseorang terkadang menjadi mahasiswa abadi alias gak lulus-lulus gitu...

Dilihat dari pengkategorian secara umum jenis skripsi dibagi menjadi dua kelompok yaitu: skripsi dengan menggunakan penelitian Kualitatif dan skripsi dengan menggunakan penelitian Kuantitatif. Beberapa mahasiswa lebih suka memilih skripsi menggunakan penelitian kualitatif dengan alasan mereka takut dengan kuantitatif yang notabene dibutuhkan "seabreg" uji statistik, untuk alasan inilah saya mencoba untuk menulis teknis penyusunan skripsi jenis penelitian kuantitatif bidang pendidikan terutama bagian uji statistik secara runtut.

Sabar...  ke warung dulu, pesan kopi!.. D:)

 

Siap kawan?.. OK kita mulai..

Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah

Ø Uji Kelayakan instrumen penelitian

Uji ini dilakukan untuk menguji apakah instrumen yang akan kita gunakan sebagai alat ukur pengambilan data sudah layak digunakan atau belum. Prosedur uji kelayakan istrumen ini dibagi menjadi 3 tahap, yaitu:

a. Uji Validitas Isi

Cara yang dilakukan adalah semua alat ukur pengambilan data diperiksa oleh team ahli sebanyak ganjil dan minimum 3 orang, tim ahli disini adalah orang yang ahli dalam bidang penelitian yang akan kita angkat sedangkan sebanyak ganjil disini dimaksudkan agar kita tidak bingung untuk mengambil keputusan jika terjadi perbedaan pendapat tentang alat ukur kita tersebut, artinya keputusan yang dipakai adalah keputusan suara terbanyak. Aspek yang dilihat dalam uji validitas isi adalah: aspek Isi/Materi, Format, Bahasa, dan ilustrasi (jika terdapat gambar).

b. Uji Validitas Item/Konsistensi Internal

Uji Validitas ini merupakan uji ketepatan instrumen. Yang perlu diuji dalam tahapan ini adalah instrumen yang berupa test saja, uji ini dilakukan untuk melihat valid atau tidak tiap butir test yang kita buat. Cara yang dilakukan adalah dengan melihat korelasi antara tiap butir test dengan scor total test. Secara umum jika item soal memiliki scor yang tinggi maka scor total juga tinggi, jika terdapat item soal yang tidak demikian maka item soal tersebut tidak valid, jika terdapat item soal yang tidak valid maka item soal tersebut dapat dibuang atau direvisi

c. Uji Reliabilitas

Uji ini merupakan uji kepercayaan test. Yang perlu diuji dalam tahapan ini adalah instrumen yang berupa test saja. Uji yang paling sering dipakai dalam tahap ini adalah pengujian menggunakan rumus yang dinamakan KR 21. Karena rumus ini paling fleksibel maksudnya dapat digunakan untuk semua jenis test baik test uraian, pilihan ganda, soal berjumlah ganjil maupun genap.

Sebelum dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas diperlukan responden untuk mengerjakan instrument test yang akan kita uji, jika memungkinkan gunakan responden diluar sampel yang biasa dinamakan responden uji coba, jadi setelah test sudah dinyatakan layak maka test tersebut baru diberikan kepada responden sampel sebagai data penelitian. Tetapi jika hal tersebut tidak memungkinkan maka test langsung diujikan kepada responden sampel dan data yang diperoleh dapat dijadikan sebagai data untuk uji kelayakan instrumen sekaligus dapat dijadikan sebagai data untuk penelitian, namun jika saat uji kelayakan terdapat item soal yang tidak layak maka scor pada item soal tersebut langsung diabaikan/tidak dipakai ketika digunakan untuk data penelitian.

OK kawan…. kita sudah dapat sepertiga bagian dari uji statistik. Setelah uji kelayakan selesai maka uji yang harus kita hadapi selanjutnya adalah Uji Asumsi Statistik Parametrik

Ø Uji Asumsi/Prasyarat Statistik Parametrik

Statistik dalam penelitian dibagi menjadi dua yaitu Statistik Parametrik dan Statistik Nonparametrik, data yang akan anda uji statistik harus berupa angka. Kita menggunakan Statistik Parametrik ketika data yang kita peroleh menunjukkan suatu tingkatan, misalnya: saat kita meneliti tentang prestasi belajar maka data yang kita peroleh menunjukkan suatu tingkatan karena responden yang memperoleh nilai 80 dapat dikatakan lebih baik daripada responden yang memperoleh nilai 74. Dan kita menggunakan Statistik Nonparametrik ketika data/angka yang kita peroleh berupa lambang/notasi yang tidak dapat menunjukkan suatu tingkatan, misalnya data yang kita peroleh tentang jenis kelamin, andaikan laki-laki kita lambangkan dengan angka 1 dan perempuan kita lambangkan dengan angka 2 maka angka 2 tidak dapat dikatakan lebih baik daripada angka 1 atau sebaliknya. Contoh Statistik Parametrik yaitu: Korelasi Pearson/Product momen, Regresi, Uji-t baik uji-t dua sampel dependen maupun independen, Uji Anava, dan Anacova. Sedangkan contoh Statistik Nonparametrik yaitu: Chi-Square, Kolmogorof Smirnof, Mann Whitney, Uji Friedman dan seterusnya.

Lanjuuuuutttt…. OK kawan sudah mulai bingung, semangat jangan menyerah

Tahapan Uji Asumsi ini dilakukan jika statistik yang kita gunakan adalah Statistik Parametrik, sedangkan untuk Statistik Nonparametrik bisa “klemah-klemah” dulu, he…he…he…

Tahapan dalam uji asumsi ini adalah:

a. Uji Normalitas

Uji normalitas ini menjadi prasyarat untuk semua jenis penelitian yang menggunakan uji statistik parametrik. Uji ini dilakukan untuk melihat data yang kita peroleh berdistribusi normal atau tidak, artinya data kita tersebut kalau kita petakan membentuk kurva lonceng dengan sumbu simetrinya merupakan rata-rata data, maksudnya data di bawah dan di atas rata-rata berjumlah sama. Kurva lonceng dibagi menjadi 6 luasan, luasan pertama merupakan anggota data dengan nilai terkecil yang anggotanya berkisar sebanyak 2,7% dari total anggota. Luasan kedua beranggotakan nilai di atas anggota luasan pertama yang anggotanya berkisar sebanyak 13,53% dan seterusnya sampai luasan keenam. Untuk lebih jelasnya lihat kurva normal berikut!




 

 

 

 

 

 

 

 

 

b. Uji Homogenitas

Uji homogenitas digunakan jika kita menggunakan uji statistik parametrik dan sampel yang kita pakai lebih dari satu kelompok sampel. Uji ini dilakukan untuk memperlihatkan bahwa dua kelompok sampel atau lebih berasal dari populasi yang memiliki variasi yang sama.

c. Uji linieritas

Uji linieritas digunakan jika kita ingin melihat hubungan atau pengaruh dari dua variabel

Setelah uji asumsi telah terpenuhi maka kita bisa melangkah ke uji Hipotesis

Ø Uji Hipotesis

Hipotesis yang diajukan di dalam penelitian merupakan jawaban sementara dari pertanyaan penelitian/rumusan masalah dengan dasar dari teori, Sedangkan uji hipotesis dilakukan untuk membuktikan bahwa hipotesis yang diangkat sesuai dengan keadaan sampel atau tidak. Hipotesis dibagi menjagi tiga yaitu: hipotesis deskriptif, hipotesis assosiatif dan hipotesis komparatif.

a. Uji hipotesis deskriptif

Untuk membuktikan hipotesis deskriptif ini dapat menggunakan uji-t satu pihak atau dua pihak (tergantung dari rancangan penelitian). Contoh: andaikan kita akan meneliti tentang kinerja seluruh Guru sekolah tertentu dengan standard nilai telah ditentukan misalkan 75, maka yang kita lakukan adalah memperkirakan rata-rata nilai kinerja guru di sekolah tersebut di atas 75 atau di bawah 75. Jika rata-rata nilai kinerja guru di bawah 75 maka uji yang kita lakukan adalah uji satu pihak yaitu uji pihak kiri, jika rata-rata kinerja guru di atas 75 maka uji yang kita lakukan adalah uji satu pihak yaitu uji pihak kanan, sedangkan jika rata-rata kinerja guru sama dengan 75 maka uji yang kita lakukan adalah uji dua pihak.

b. Uji Hipotesis Assosiatif

Hipotesis ini biasa saya sebut hipotesis “sejuta umat” karena hipotesis ini paling banyak digunakan oleh para penyusun skripsi. Jika judul anda adalah Korelasi/Hubungan atau Pengaruh maka hipotesis anda masuk dalam kelompok hipotesis assosiatif. Uji hipotesis ini dilakukan untuk melihat hubungan atau pengaruh antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Uji yang digunakan yaitu uji korelasi product moment (untuk melihat hubungan) atau uji regresi (untuk melihat pengaruh).

c. Uji Hipotesis Komparatif

Uji hipotesis ini dilakukan jika kita akan melihat perbandingan atau perbedaan antara dua atau lebih kelompok data. Jika data yang kita dapatkan terdiri dari dua kelompok data dari dua sampel sama maka yang kita gunakan yaitu uji-t dependen, Jika data yang kita dapatkan terdiri dari dua kelompok data dari dua sampel berbeda maka yang kita gunakan yaitu uji-t independen. Jika data yang kita peroleh lebih dari dua kelompok data maka uji yang kita gunakan adalah uji ANAVA meski demikian Anava juga dapat digunakan untuk dua kelompok data. Jika rancangan penelitian kita menggunakan pretest (tes awal) dan postest (tes akhir) maka uji yang kita gunakan adalah uji ANACOVA.

OK kawan…. Paparan di atas hanya sebagai gambaran global bagi kita yang akan menyusun skripsi. Andai paparan di atas tidak berkenan bagi Dosen pembimbing maka yang harus anda lakukan adalah ikuti petunjuk Dosen pembimbing. Untuk langkah-langkah detail beserta rumus dan contoh pengujiannya akan saya paparkan pada episode selanjutnya

Ingat kawan, jangan terlalu jauh membayangkan nantinya hasil skripsi kita atau kita terlalu membayangkan bagaimana nantinya sidang skripsi kita karena itu hanya akan menghambat dan memperlambat kita dalam menyelesaikannya. Pikirkan saja step by step dan tetap semangat.